KERETA +62 YG
MENCEKAM
Sudah 2 kali
saya mencoba KRL bogor line (Rute Citayam – Jakarta Kota). Pengen tahu perasaan
saya ? its just like flying on the sky. Dorong-dorongan, sikut-sikutan dan
beragam perlakuan lain. Betapa sakitnya para perempuan, penderita asma ataupun penyandang
pobia sempit, pasti sangat menahan diri. Kuat sekali mereka. Saya yg meyakini
punya kekuatan otot yg besar, kalah juga dg kekuatan masa yg berebut ruangan
kurang dari 1 m persegi (menghela nafas). Saya melihat Ibu-ibu dan mbak-mbak yg
pasrah dg menghela nafas panjang seakan tak kuat dg cobaan hidup menuju kantor
yg harus dilalui 5 hari seminggu atau 20 hari sebulan.
(Cerita saat
didalam). Kondisinya seperti air di lautan, terombang ambing layaknya ombak. “Ampun
pak sopir saya tidak kuat”, itu mungkin jeritan hati penumpang yg bisa saya
tebak. Sumpah itu sudah parah sekali. 1 gerbong dinaiki oleh ratusan umat, sangat
tidak aman dan tidak nyaman. Kejadian yg saya temukan dan ceritakan ini tentu
sudah terjadi bertahun – tahun, apakah tidak ada solusi ? bagaimana jika ditambah gerbong ? itu mungkin
solusi logis yg bisa jadi penumpang lain mau ya. Tapi apa daya, optimis nya
adalah mungkin pemerintah sedang mempersiapkan skenario terbaik untuk menyelesaikan
masalah massive ini. Bismillah lah ya. Saya sih akan terus menunggu… Semangat
para pejuang rupiah…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar