Rabu, 27 Maret 2024

 

KERETA +62 YG MENCEKAM

 

Sudah 2 kali saya mencoba KRL bogor line (Rute Citayam – Jakarta Kota). Pengen tahu perasaan saya ? its just like flying on the sky. Dorong-dorongan, sikut-sikutan dan beragam perlakuan lain. Betapa sakitnya para perempuan, penderita asma ataupun penyandang pobia sempit, pasti sangat menahan diri. Kuat sekali mereka. Saya yg meyakini punya kekuatan otot yg besar, kalah juga dg kekuatan masa yg berebut ruangan kurang dari 1 m persegi (menghela nafas). Saya melihat Ibu-ibu dan mbak-mbak yg pasrah dg menghela nafas panjang seakan tak kuat dg cobaan hidup menuju kantor yg harus dilalui 5 hari seminggu atau 20 hari sebulan.

 


(Cerita saat didalam). Kondisinya seperti air di lautan, terombang ambing layaknya ombak. “Ampun pak sopir saya tidak kuat”, itu mungkin jeritan hati penumpang yg bisa saya tebak. Sumpah itu sudah parah sekali. 1 gerbong dinaiki oleh ratusan umat, sangat tidak aman dan tidak nyaman. Kejadian yg saya temukan dan ceritakan ini tentu sudah terjadi bertahun – tahun, apakah tidak ada solusi ?  bagaimana jika ditambah gerbong ? itu mungkin solusi logis yg bisa jadi penumpang lain mau ya. Tapi apa daya, optimis nya adalah mungkin pemerintah sedang mempersiapkan skenario terbaik untuk menyelesaikan masalah massive ini. Bismillah lah ya. Saya sih akan terus menunggu… Semangat para pejuang rupiah…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar